UTS | Pentingnya Strategi Integrasi Nasional dalam Mewujudkan Nasionalisme
PENTINGNYA STRATEGI INTEGRASI
NASIONAL DALAM MEWUJUDKAN NASIONALISME
MAKALAH
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata
Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Kelas 61
Oleh:
Sekar Larasati Arfatiana
191710101110
PUSAT PENGEMBANGAN PENDIDIKAN
KARAKTER IDEOLOGI KEBANGSAAN
LEMBAGA PENGEMBANGAN
PEMBELAJARAN DAN PENJAMINAN MUTU
UNIVERSITAS JEMBER
2020
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur saya
panjatkan kehadirat Allah SWT hingga saat ini masih memberikan nafas kehidupan
dan anugerah akal, sehingga saya dapat menyelesaikan pembuatan makalah ini
dengan judul “Pentingnya Strategi Integrasi Nasional dalam Mewujudkan
Nasionalisme” tepat pada waktunya.
Makalah
ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Dalam
menyusun dan menyelesaikan makalah ini saya banyak mengambil dari berbagai
sumber dan referensi serta bimbingan dari berbagai pihak khususnya kepada Ibu
Mrr. Ratna Endang Widuatie, S.S., M.Hum. selaku dosen pengampu mata kuliah
Pendidikan Kewarganegaraan. Oleh karenanya, saya mengucapkan terima kasih
sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan
makalah ini.
Akhir kata penyusun
mengucapkan terima kasih dan semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk semua
pihak yang membaca.
Jember,
13 April
Penyusun
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar..........................................................................................................1
Daftar
Isi..................................................................................................................2
BAB
I PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang............................................................................................3
1.2 Rumusan
Masalah.......................................................................................3
1.3 Tujuan
dan Manfaat....................................................................................4
BAB
II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Integrasi Nasional.....................................................................5
2.2 Syarat
Integrasi Nasional............................................................................6
2.3 Jenis
Integrasi Nasional..............................................................................7
2.4 Faktor – Faktor yang Memengaruhi Integrasi Nasional………………….9
2.5 Ancaman
Terhadap Integrasi Nasional………………………………….11
2.6 Contoh
Integrasi Nasional………………………………………………12
2.7 Hubungan
Strategi Nasional dengan Sikap Nasionalisme………………14
BAB
III PENUTUP
3.1 Kesimpulan................................................................................................16
3.2
Saran..............................................................................................16
DAFTAR
PUSTAKA...........................................................................................17
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Suatu negara membutuhkan persatuan untuk menyatukan
berbagai macam perbedaan yang ada dalam bangsanya. Cara untuk mempersatukan
perbedaan itu disebut integrasi nasional. Integrasi nasional merupakan salah
satu tolak ukur persatuan dan kesatuan bangsa. Integrasi nasional harus
diterapkan dengan baik di Indonesia untuk mempertahankan kelangsungan hidup
berbangsa dan bernegara. Selain itu juga menjaga nilai persatuan dan kesatuan
bangsa melalui empat pilar yaitu Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, dan UUD
1945.
Wilayah Indonesia yang luas menjadi salah satu
faktor timbulnya keberagaman budaya dalam masyarakat. Pada era reformasi ini,
kemajemukan masyarakat cenderung menjadi beban modal bangsa Indonesia. Hal ini
terlihat dari munculnya berbagai masalah yang sumbernya berasal dari
kemajemukan. Saat ini bangsa Indonesia masih mengalami krisis multidimensi yang
menggoncang kehidupan bermasyarakat. Kesadaran warga negara akan pentingnya
kerukunan antar agama, suku, ras dan budaya memiliki peran besar terhadap
perwujudan integrasi nasional.
1.2 Rumusan
Masalah
1. Apa
yang dimaksud dengan Integrasi Nasional ?
2. Apa
saja syarat dari Integrasi Nasional ?
3. Apa
saja jenis Integrasi Nasional ?
4. Apa
saja faktor – faktor yang memengaruhi Integrasi
Nasional ?
5. Apa
saja ancaman terhadap Integrasi Nasional?
6. Bagaimaka
contoh Integrasi Nasional ?
7. Bagimana
hubungan strategi nasional dengan sikap nasionalisme ?
1.3 Tujuan
1.
Mengetahui definisi Integrasi Nasional.
2.
Mengetahui syarat dari Integrasi
Nasional.
3.
Mengetahui jenis Integrasi Nasional.
4.
Mengetahui faktor
– faktor yang memengaruhi Integrasi Nasional.
5.
Mengetahui saja
ancaman terhadap Integrasi Nasional.
6.
Mengatahui contoh
Integrasi Nasional.
7.
Mengetahui hubungan
strategi nasional dengan sikap nasionalisme.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Integrasi Nasional
2.1.1
Pengertian
inetgrasi secara umum
Secara etimologi, integrasi
nasional berasal dari bahasa latin yaitu Integrate
yang artinya memberi tempat bagi unsur tertentu demi mewujudkan suatu
keseluruhan. Sementara itu, kata nasional berasal dari bahasa inggris yaitu nation yang artinya bangsa. Jadi istilah
nasional ini mengandung beberapa pengertian yaitu kebangsaan dan bersifat
bangsa sendiri.
Secara umum integrasi
nasional secara politis adalah penyatuan berbagai kelompok sosial dan budaya
dalam kesatuan wilayah nasional yang membentuk suatu identitas nasional. Dikutip
dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, integrasi nasional
adalah proses penyesuaian dan penyatuan unsur-unsur kebudayaan Indonesia yang
beragam hingga terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa. Integrasi nasional
adalah bersatunya suatu bangsa yang menempati wilayah tertentu dalam sebuah negara
yang berdaulat.
Integrasi nasional
mencerminkan sebagai proses bersatunya rakyat dari berbagai wilayah yang
berbeda. Perbedaan itu meliputi etnis, sosial budaya, maupun latar belakang
ekonomi. Dalam menjalani proses pembentukan sebagai satu bangsa, beragam suku
bangsa ini mencita-citakan suatu masyarakat baru. Dengan adanya integrasi
nasional, mampu menciptakan adnya keselarasan bangsa di tengah-tengah keadaan
masyarakat yang berbeda-beda.
Indonesia memiliki berbagai
bangsa dan kebudayaan. Dari keberagamana tersebut, dapat menimbulkan dampak
positif bagi bangsa. Hal ini karena Bangsa Indonesia dapat memanfaatkan
kekayaan alam yang ada dan mengelola berbagai budaya untuk kesejahterahan
rakyatnya. Namun dengan keberagaman budaya dan wilayah yang luas dapat
menciptakan karakter manusia yang berbeda. Hal ini merupakan dampak negatif
karena bisa mengancam keutuhan Bangsa Indonesia.
Oleh karena itu,
pengertian integrasi adalah membuat unsur-unsurnya menjadi satu kesatuan dan
utuh. Integrasi berarti menggabungkan seluruh bagian menjadi sebuah keseluruhan
dan tiap-tiap bagian diberi tempat, sehingga membentuk kesatuan yang harmonis
dalam kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI) yang bersemboyankan “Bhineka
Tunggal Ika”. Integrasi nasional merupakan hal yang didambakan yang dapat
mengatasi perbedaan suku, antargolongan, ras, dan agama (SARA). Kebhinekaan ini
merupakan aset bangsa Indonesia jika diterima secara ikhlas untuk saling
menerima dan menghormati dalam wadah NKRI
2.1.2
Pengertian
intergasi nasional menurut ahli
1. Menurut Arfani
Integrasi
nasional adalah pembentukan suatu identitas nasional dan penyatuan berbagai
kelompok sosial dan budaya ke dalam suatu kesatuan wilayah.
2. Menurut Saafroedin Bahar
Integrasi
nasional adalah upaya menyatukan seluruh unsur suatu negara dengan pemerintah
dan wilayahnya. Mengintegrasikan berarti membuat untuk atau menempurnakan
dengan jalan menyatukan unsur-unsur yang awalnya terpisah.
3. Menurut Nazaruddin Sjamsuddin
Integrasi
nasional adalah proses penyatuan suatu bangsa yang mencakup semua aspek
kehidupan yaitu sosial, politik, ekonomi, dan budaya.
4. Menurut J. Soedjati Djiwandono
Integrasi
nasional adalah cara bagaimana kelestarian persatuan nasional yang dalam arti
luasnya dapat didamaikan dengan hak menentukan nasib sendiri.
2.2 Syarat
Integrasi Nasional
Syarat agar dapat tercipta integrasi nasional
yang kuat yaitu:
1.
Kesadaran
Dengan adanya rasa kesadaran, kita dapat menghargai akan adanya perbedaan dan saling menghargai anatara satu dengan yang lainnya. Selain itu rasa kesadaran sangat penting dalam berhubungan antara satu dengan yang lainnya dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Dengan adanya rasa kesadaran, kita dapat menghargai akan adanya perbedaan dan saling menghargai anatara satu dengan yang lainnya. Selain itu rasa kesadaran sangat penting dalam berhubungan antara satu dengan yang lainnya dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
2.
Adanya kesepakatan bersama
Dengan adanya kesepakatan
bersama mengenai aturan dan nilai dalam menjalani kehidupan berbangsa dan
bernegara, kita dapat berpikiran bahwa keragaman bukan menjadi penghalang dalam
mewujudkan nilai persatuan dan kesatuan.
3.
Nilai dan norma
Dengan adanya nilai dan
norma yang harus ditaati oleh tiap tiap Warga Negara Inonesia, dapat
menimbulkan adanya kesepakatan bersama mengenai pedoman dalam menjalani kehidupan
sehari – hari maupun dalam kehidupan bernegara. Baisanya, nilai dan norma
meliputi skala nasional yang sifatnya menyeluruh bagi setiap masyarakat
Indonesia.
2.3 Jenis
Integrasi Nasional
Integrasi
nasional dapat diterapkan dalam berbagai bentuk dan jenis. Hal ini tergantung
pada situasi suatu masyarakat dan negaranya.
1. Asimilaisi
Asimilasi merupakan proses pencampuran
antara dua budaya atau lebih untuk membentuk satu kebudyaan baru yang sifatnya
melebur. Dalam hal ini, Negara berusaha untuk meleburkan beberapa nilai dari
kebudayaan – kebudayaan sebelumnya lalu dijadikan menjadi satu kebudayaan yang
sifatnya lebih mudah diterima. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan integrasi
nasional pada masyarakat.
2. Akulturasi
Akulturasi merupakan
proses percampuran antara dua budaya atau lebih untuk menjadi satu kebudayaan
baru dengan tidak menghilangkan sifat atau ciri-ciri budaya yang asli
pembentuknya. Hal ini cukup inovatif dalam menciptakan persatuan dan kesatuan
masyarakat karena tetap menghargai nilai dari kebudayaan – kebudayaan
sebelumnya.
3.
Pluralis
Pluralis merupakan
paham yang menghargai adanya perbedaan dalam masyarakat ataupun negara.
pluralis berusaha untuk mewujudkan integrasi nasional dengan cara memberi
kesempatan bagi semua unsur perbedaan yang ada di masyarakat untuk lebih maju
dan berkembang.
4.
Normatif
Integrasi normatif dapat
terwujud karena adanya norma-norma tertentu yang telah disepakati oleh
masyarakat. Dengan adanya norma tersebut maka masyarakat telah bersatu dan
sepakat untuk menjalankan dan menaatinya.
5.
Instrumental
Integrasi nasional
dalam bentuk instrumental merupakan integrasi nyata karena berasal dari fisik
orang atau masyarakat. Hal itu bisa terbentuk karena adanya kesamaan atau
keseragaman antar individu atau kelompok dalam lingkungan hidup.
6.
Fungsional
Integrasi fungsional
terbentuk karena adanya kesamaan fungsi tertentu dalam suatu masyarakat. Mereka
yang merasa mempunyai kesamaan fungsi atau peran cenderung mudah bersatu dalam
menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
7.
Koersif
Integrasi koersif terbentuk
karena adanya paksaan dari pihak penguasa atau pemerintah. Jadi, sifatnya tidak
secara suka rela ketika bersatu dalam suatu hal. Integrasi semacam ini pastinya
tidak bisa bertahan lama dan kuat karena memang sifatnya yang terpaksa.
2.4 Faktor – Faktor yang
Memengaruhi Integrasi Nasional
Di
dalam Integrasi Nasional terdapat beberapa faktor yang memengaruhinya,
faktor-faktor tersebut yaitu sebagai berikut :
2.4.1
Faktor Pendorong Integrasi Nasional
1. Rasa
senasib seperjuangan
Faktor ini merupakan hal yang
sangat realistis dan sering terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara. Seperti halnya pada masa kolonialisme dulu di Indonesia banyak
sekali masyarakat yang berasal dari berbagai kalangan maupun suku bersatu,
bersama-sama melawan kolonialisme Belanda.
2. Adanya
ideologi nasional
Indeologi Indonesia
adalah pancasila. Sebagai ideologi nasional, Pancasila tidak dapat digantikan
oleh ideologi manapun. Walalupun Indonesia terdiri dari banyak kepercayaan,
arti penting dan fungsi Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia
tidak bisa terlepas dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
3. Adanya
ancaman dari luar
Ancaman dari luar dapat
mempersatukan kelompok atau bangsa dalam suatu Negara. Sebagai salah satu
contoh, banyaknya budaya yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia lalu salahsatunya
di klaim oleh Negara lain, hal itu
akan membuat bangsa Indonesia terusik dan menjadi bersatu untuk mempertahankan
eksistensi kebudayaan tersebut.
4. Keinginan
bersatu
Dengan banyaknya
perbedaan yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia, bukan berarti dapat membuat
perpecahan. Justru adanya perbedaan tersebut dapat membuat masyarakat Indonesia
berkeinginan untuk mempersatukan perbedaan di dalam satu kesatuan bangsa yang
utuh. Dalam kehidupan berbangsa negara dan berbangsa 9 Indonesia, keinginan
untuk mempersatukan bangsa merupakan salah satu perwujudan nilai-nilai luhur
Pancasila sebagai dasar negara.
2.4.2
Faktor Penghambat Integrasi Nasional
1. Kurangnya
penghargaan terhadap kemajemukan
Tidak semua orang
memiliki pemahaman dalama perbedaan yang ada. Terdapat beberapa yang cenderung
sulit untuk disadarkan tentang persatuan dan kesatuan di tengah keragaman
bangsa. Ada beberapa kemajemukan yang terdapat di dalam masyarakat yang kurang
diperhatikan oleh pemerintah terutama yang berkaitan dengan kebudayaan
setempat. Kurangnya penghargaan terhadap kemajemukan yang dilakukan oleh
pemerintah maupun masyarakat Indonesia sendiri membuat kemajemukan itu terkikis
secara perlahan-lahan.
2. Kuatnya
paham etnosentrisme
Etnosentrisme adalah
paham yang mengganggap bahwa etnis tertentu jauh lebih baik daripada yang
lainnya. Biasanya, paham etnosentrisme terjadi pada masyarakat pedalaman atau
tradisional dengan pola piker dan paham yang susah diubah. Adanya paham
etnosentrisme menyebabkan sulit terjadi integrasi nasional. Oleh karena itu,
paham nasionalisme harus lebih ditingkatkan dengan tidak hanya dalam bentuk
pengetahuan tetapi juga dalam bentuk prakteknya juga.
3. Adanya
sikap ketidakpuasan terhadap ketimpangan pembangunan
Pembangunan yang tidak
merata disebut dengan ketimpangam pembangunan. Dengan adanya ketimpangan
pembangunan, beberapa daerah ataupun wilayah masih sangat jauh terhadap kata
sejahtera sehingga wilayah yang tertinggal menjadi cenderung acuh dengan rasa
persatuan nasional. Bahkan hal ini dapat membuat masyarakat tersebut menentang
pemerintah sehingga menimbulkan perpecahan antara pemerintah dengan masyarakat
tertentu.
4. Kurangnya
kesadaran di dalam diri
Pada era sekarang,
masyarakat cenderung peduli terhadap dirinya sendiri. Mereka lebih memilih hidup
secara individualisme, terutama pada masyarakat di kota – kota besar. Sikap
Mereka lebih memilih hidup secara individualisme. Dengan sikap individualisme
yang dimiliki, banyak dari mereka menjadi kurang peduli terhadap lingkungan
sekitar. Dengan begini, kesenjangan sosial dalam masyarakat akan tumbuh. Oleh
karena itu, diperlukan kiat-kiat untuk membangun 11 karakter bangsa di era
globalisasi untuk meningkatkan kesadaran diri masyarakat untuk mewujudkan rasa
persatuan dan kesatuan demi terwujudnya integrasi nasional bangsa.
2.5 Ancaman Terhadap Integrasi Nasional
Ancaman
bagi integrasi nasional tersebut datang dari luar maupun dari dalam negeri
Indonesia sendiri dalam berbagai dimensi kehidupan. Ancaman tersebut biasanya
berupa ancaman militer dan nonmiliter. Berikut ini diuaraikan secara singkat
ancaman yang dihadapi Bangsa Indonesia baik yang berupa ancaman militer maupun
non-milter.
2.5.1
Ancaman
militer
1.
Ancaman
militer dalam negeri
1)
Disintegrasi
bangsa melalui macam-macam gerakan separatis.
2)
Upaya
penggantian ideologi pancasila dengan ideologi yang lain ekstrem atau tidak
sesuai dengan kebiasan dari masyarakat indonesia.
2.
Ancaman
militer luar negeri
1)
pemberontakan
senjata yang dilakukan oleh negara lain.
2)
Aksi
teror yang dilakukan oleh terorisme internasional.
2.5.2
Ancaman
non militer
1.
Ancaman
terhadap ideologi
Ancaman ini bisa terjadi dalam bentuk penetrasi nilai – nilai kebangsaan
(liberalisme)
2.
Ancaman
terhadap politik
Masyarakat internasional mengintervensi suatu negara melalui politik
seperti contohnya Hak Asasi Manusia (HAM), demokratisasi, penanganan lingkungan
hidup, serta penyelenggaraan pemerintahan yang bersih serta akuntabel.
3.
Ancaman
terhadap ekonomi
Ancaman yang berasal dari internal dapat berupa inflasi, pengangguran,
infrastruktur yang tidak memadai,dan sistem ekonomi yang tak cukup jelas.
4.
Ancaman
terhadap sosial budaya
Ancaman sosial budaya dapat berupa isu-isu mengenai kemiskinan,
kebodohan, dan keterbelakangan.
2.6 Contoh Integrasi Nasional
2.6.1
Contoh integrasi nasional dalam lingkup
keluarga
1.
Saling
membantu antar anggota keluarga
Saling membantu sesama anggota keluarga merupakan
conoth integrasi nasional pertama dalam keluarga. Dengan adanya sikap
saling peduli, mereka akan memiliki
ikatan yang kuat dan rasa saling menyayangi. Jika sudah tertanam dalam diri,
barulah saling membantu diterapkan dalam rangka integrasi lebih luas
berdasarkan rasa simpati dan empati
2.
Saling
menghargai antar anggota keluarga
Sikap saling menghargai dapat diwujudkan dengan cara
mendengarkan setiap anggota keluarga dengan tidak memandang umurnya.
Menghargai pendapat berarti memahami bahwa setiap orang butuh didengarkan dan
mempunyai kebutuhan yang berbeda.
2.6.2
Contoh integrasi dalam lingkup sekolah
1. Menaati
peraturan
Peraturan yang ada
dalam sekolah ditetapkan secara tegas dan disiplin. Semua warga sekolah wajib
untuk menaati peraturan yang ada. Sesuai dengan kedudukan dan tugasnya masing-masing di sekolah
tanpa pengecualian. Integrasi nasional lahir dari menaati peraturan
sekolah. Akan tampak bahwa hukum berlaku sama bagi setiap orang.
2. Mengikuti
upacara bendera
Adanya upacara bendera, dapat menanamkan sikap
cinta tanah air dan sikap rela berkorban melalui pengibaran bendera merah putih
dan menyanyikan lagu kebangsaan dan lagu-lagu nasional. Dalam upacara bendera
juga siswa berlatih disiplin dalam menaati peraturan, menaati guru, dan memakai
seragam yang menjadi bagian dari taat peraturan.
2.6.3
Contoh integrasi dalam lingkup
masyarakat
1. Pelaksanaan
gotong royong
Gotong royong memiliki
artian bahwa semua hal dapat dipikul bersama. Dengan bergotong royong, semua
permasalahan yang ada akan menjadi lebih ringan. Masyarakat yang suka bergotong
royong pasti memiliki nilai kemanusiaan yang tinggi.
2. Tidak
sombong
sikap tidak sombong dapat
membuat masyarakat menjadi lebih ramah dan mudah bergaul dalam masyarakat.
Dengan adanya sikap tersebut, maka kita akan saling menghargai satu sama lain.
Dengan demikian, integrasi nasional dalam masyarakat akan tumbuh dengan
sendirinya.
2.6.4
Contoh integrasi dalam lingkup berbangsa
dan bernegara
1. Toleransi
antar umat beragama
Indonesia memiliki 6 agama yang tersebar di
seluruh wilayah Indonesia. Kebebasan menjalankan
agama dan beribadah sesuai keeprcayaan masing-masing berkembang dengan baik.
Dengan perbedaan tersebut, kita harus saling toleransi terhadap pemeluk agam
lainnya. Makna dari toleransi adalah tidak mengganggu ibadah dan kegiatan agama
lain sehingga terciptalah kedamaian dan integrasi nasional akan dapat berjalan
dengan baik.
2.
Menaati UU
Peraturan dibuat untuk keepntingan bersama. Agar hak
seseorang tidak berbenturan dengan halk orang lain. Alhasil dengan
metaati peraturan, maka integrasi nasional juga akan terwujud. Contoh, menaati
peraturan lalu lintas. Jika individu tidak saling menaatinya, maka jalan akan
kacau. Perpecahan dapat terjadi dengan mudah karena pejalan kaki dan setiap
kendaraan bermotor saling bersinggungan.
2.7 Hubungan strategi nasional dengan
sikap nasionalisme
Sikap kesadaran
akan integrasi nasional merupakan salah satu sikap kewaspadaan nasional yang
memiliki hubungan erat dengan sikap nasionalisme. Integrasi memberi sumbangan
terhadap nasionalisme dan nasionalisme mendukung terjadinya proses integrasi
nasional. Oleh karena itu, integrasi nasional harus terus dijalankan dan dikembangkan.
Kelalaian terhadap pembinaan integrasi dapat menimbulkan adanya konflik dan
disintegrasi bangsa. Sebagai contoh, keinginan berpisah dari NKRI oleh sebagian
masyarakat Papua, Aceh, dan Maluku karena selama puluhan tahun mereka hanya
sebagai objek dan bukan subjek. Mereka hanya mendapat janji-janji kesejahteraan
tanpa bukti dan menentang ketidakadilan di segala bidang. Oleh karena itu,
diharapkan pemerintah pusat dapat mengakomodasikan setiap isu yang timbul di
daerah.
Integrasi
nasional biasanya dikaitkan dengan pembangunan nasional. Hal ini karena
masyarakat Indonesia yang majemuk sangat diperlukan untuk memupuk rasa kesatuan
dan persatuan agar pembangunan nasional tidak terkendala. Dalam hal ini
kata-kata kunci yang harus diperhatikan adalah mempertahankan masyarakat dalam
keadaan harmonis dan saling membantu atau dalam koridor lintas SARA. Integrasi
mengingatkan adanya kekuatan yang menggerakkan setiap individu untuk hidup
bersama sebagai bangsa. Dengan integrasi yang tangguh yang tercermin dari rasa
cinta, bangga, hormat, dan loyal kepada negara, cita-cita nasionalisme dapat
terwujud.
Dalam
integrasi nasional masyarakat termotivasi untuk loyal kepada negara dan bangsa.
Dalam integrasi terkandung cita-cita untuk menyatukan rakyat mengatasi SARA melalui
pembangunan integral. Integrasi nasional yang solid akan memperlancar
pembangunan nasional dan pembangunan yang berhasil akan memberikan dampak
positip terhadap negara dan bangsa sebagai perwujudan nasionalisme. Dengan
berhasilnya pembangunan sebagai wujud nasionalisme, konflik-konflik yang
mengarah kepada perpecahan atau disintegrasi dapat diatasi karena integrasi
nasional memerlukan kesadaran untuk hidup bersama dalam mewujudkan masyarakat
yang harmonis. Negara dan bangsa sebagai institusi yang diakui, didukung, dan
dibela oleh rakyat diharapkan mampu mengakomodasikan seluruh kepentingan
masyarakat dan memperjuangkan nasip seluruh warga bangsa.
Konsep
integrasi nasional sangat terkait dengan konsep bangsa. Konsep bangsa Indonesia
melekat pada asas persatuan dan kesatuan bangsa, artinya sekalipun terdiri atas
berbagai suku, agama, adat istiadat, asal-usul keturunan, dan golongan semua
itu terikat di dalam satu keindonesiaan. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika memang
sangat tepat untuk melambangkan sifat kebangsaan Indonesia. Konsep seperti
itulah yang sesungguhnya dipersembahkan oleh para pendiri kepada negara
kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Secara etimologi, integrasi
nasional berasal dari bahasa latin yaitu Integrate
yang artinya memberi tempat bagi unsur tertentu demi mewujudkan suatu
keseluruhan. Sementara itu, kata nasional berasal dari bahasa inggris yaitu nation yang artinya bangsa. Jadi istilah
nasional ini mengandung beberapa pengertian yaitu kebangsaan dan bersifat
bangsa sendiri. Indonesia merupakan bangsa yang kaya
akan kebudayaan maupun wilayah. Pada satu sisi hal ini membawa dampak positif
bagi bangsa. Hal ini karena masyarakat dapat memanfaatkan kekayaan alam
Indonesia secara bijak atau mengelola budaya budaya yang melimpah untuk
kesejahteraan rakyat. Namun selain menimbulkan sebuah keuntungan, hal ini juga
akhirnya menimbulkan masalah yang baru baik berupa ancaman dari dalam maupun
dari luar negeri.
3.2
Saran
Integrasi
nasional sangat diperlukan apalagi pada era global ini. Dengan adanya integrasi
nasional, dapat mempersatukan seluruh rakyat Indonesia yang tersebar diberbagai
wilayah dengan kebudayaannya masing-masing. Kesadaran akan pentingnya kerukunan antar agama, suku, ras dan budaya
harus selalu diwujudkan melalui pemahaman integrasi nasional.
Integrasi
nasional harus terus dijalankan dan dikembangkan agar tidak ada konflik dan
disintegrasi bangsa. Integrasi nasional dapat membuat masyarakat termotivasi
untuk loyal kepada negara dan bangsa karena dalam integrasi terkandung
cita-cita untuk menyatukan rakyat mengatasi SARA melalui pembangunan integral.
Dengan adanya integrasi nasional, akan timbul rasa nasionalisme juga.
DAFTAR PUSTAKA
Astawa, I Putu. 2017. Integrasi Nasional. Universitas
Udayana
Kusrahmadi, S. D. 2017. Pentingnya Wawasan Nusantara dan Integrasi
Nasional.
Nasional dalam Sumbangan Ilmu Sosial Terhadap
Konsepsi Ketahanan Nasional.
Yogyakarta: Gajah Mada Universitas Press
Komentar
Posting Komentar