KETAHANAN NASIONAL - TUGAS MATA KULIAH KEWARGANEGARAAN


Sekar Larasati Arfatiana
191710101110

Ketahanan Nasional

A.    Pengertian Ketahanan Nasional
Pada hakikatnya ketahanan nasional adalah suatu keadaan atau kondisi bangsa yang menggambarkan kemampuan untuk mengatasi segala macam ancaman, tantangan, hambatan, maupun gangguan dalam melangsungkan kehidupan demi mencapai kesejahteraan bangsa. Undang-Undang Pertahanan Negara (Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002) di dalam pertimbangannya mengatakan bahwa pertahanan negara bertitik tolak pada falsafah dan pandangan hidup bangsa Indonesia untuk menjamin keutuhan dan tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Pasal 1 butir 1. menyebutkan bahwa pertahanan negara adalah segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara Kesatuan Republik Indonesia, dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.
B.     Fungsi Ketahanan Nasional
Fungsi ketahanan nasional diantaranya yaitu:
1.      Sebagai doktrin dasar nasional, hal ini diperlukan agar tidak ada cara berpikir yang tidak terarah.
2.      Sebagai pola dasar pembangunan, pada hakikatnya dalam fungsi ini merupakan suatu pedoman dalam melaksanakan pembangunan nasional dalam segala bidang secara terpadu daan dilakukan sesuai dengan rencana program yang ada.
3.      Sebagai metode pembinaan kehidupan nasional ,merupakan suatu metode integral yang mencakupi seluruh aspek baik aspek alamiyah maupun aspek sosial. (Endang Zelani Sukaya 2000: 74-75)
C.     Konsep Ketahanan Nasional
Konsepsi ketahanan nasional adalah keseimbangan dan keserasian dalam kehidupan sosial melingkupi seluruh aspek kehidupan secara utuh menyeluruh berlandaskan falsafah bangsa, ideologi negara, konstitusi dan wawasan nasional dengan metode astagatra. Konsepsi kethanan nasional ini merupakan saran untuk mewujudkan ketahanan nasional.
Konsep ketahanan nasional berlapis, artinya ketahanan nasional merupakan suatu kondisi yang kokoh dan tangguh dari sebuah bangsa yang terwujud oleh sebab lapisan-lapisan yang berada di bawahnya. Ketahanan pada tingkat nasional tersebut terwujud bermula dengan adanya ketahanan diri/individu, berlanjut pada ketahanan keluarga, ketahanan wilayah, ketahanan regional hingga berpuncak pada ketahanan tingkat nasional (Basrie, 2002).
D.    Faktor Ketahanan Nasional
1.      Ideologi
Faktor yang mempengaruhi ketahanan nasional dalam aspek ideologi adalah Keampuhan suatu ideologi tergantung pada rangkaian nilai yang dikandungnya, yang dapat memenuhi serta menjamin segala aspirasi hidup dan kehidupan manusia baik secara pribadi makhluk sosial maupun sebagai warga negara sesuai dengan kodrat dan ibadat Tuhan Yang Maha Esa. Untuk mencapai ketahanan nasioanal dibidang ideologi diperlukan penghayatan dan pengamalan ideologi secara sungguh-sungguh.
Upaya memperkuat Ketahanan Ideologi memerlukan langkah pembinaan berikut:
1)   Pengamalan pancasila secara obyektif dan subyektif
2)   Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan negara Republik Indonesia
3)   Pendidikan moral Pancasila
4)   Sesanti Bhineka Tunggal Ika dan konsep Wawasan Nusantara bersumber dari Pancasila 2. Politik
2.      Politik
Pengertian ketahanan dibidang politik adalah kondisi dinamik suatu bangsa, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan, baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan politik suatu bangsa dan negara.
Hal-hal yang menyangkut ketahanan nasional dibidang politik meliputi beberapa unsur, yaitu:
1)   Menempatkan secara proporsional kedaulatan rakyat didalam kehidupan negara dalam arti kesempatan, kebebasan, hak dan kewajiban, partisipasi rakyat yang menentukan kebijaksanaan nasional.
2)   Memfungsikan lembaga-lembaga negara sesuai dengan ketentuan konstitusi yaitu kedudukan, peran, hubungan kerja, kewenangan dan produktivitas.
3)   Menegakkan keadilan sosial dan keadilan hukum.
4)   Menciptakan situasi yang kondusif dalam arti memelihra dan mengembangkan budaya politik.
5)   Meningkatkan budaya politik dalam arti luas sehingga kekuatan sosial politik sebagai pilar demokrasi dapat melaksanakan hak dan kewajiban dengan semestinya.
6)   Memberikan kesempatan yang optimal kepada saluran-saluran politik (partai politik, media masa, kelompok moral, kelompok kepentingan) untuk memperjuangkan aspirasinya secara proporsional, agar tumbuh rasa memiliki, partisipasi dari seluruh rakyat.
7)   Melaksanakan pemilihan umum secara demokratis serta JURDIL.
8)   Melaksanakan sosial kontrol yang bertanggung jawab terhadap jalannya pemerintahan.
9)   Menegakkan hukum dan menyelenggarakan keamanan serta ketertiban masyarakat.
10)              Mengupayakan pertahanan keamanan nasional.
11)              Mengupayakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.3. Sosial Budaya
3.      Sosial Budaya
Untuk mewujudkan keberhasilan ketahanan sosial budaya warga negara Indonesia perlu Kehidupan sosial budaya bangsa dan masyarkat Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, rukun, bersatu, cinta tanah air, maju, dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi dan seimbang serta mampu menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan nasional
4.      Ekonomi
Faktor yang mempengaruhi ketahanan nasional dibidang ekonomi yaitu tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan terhadap ekonomi ditujukan kepada produksi dan pengolahannya. Karena itu pembinaan ekonomi merupakan penentuan kebijaksanaan faktor produksi dan pengolahannya didalam produksi dan distribusi barang dan jasa, baik didalam negeri maupun didalam hubungannya dengan luar negeri.
Dalam Pencapaian tingkat ketahanan ekonomi memerlukan pembinaan sebagai berikut:
1)   Sistem ekonomi Indonesia diarahkan untuk dapat mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang adil dan merata di seluruh wilayah Nusantara melalui eknomi kerakyatan
2)   Ekonomi kerakyatan harus menghindari sistem free fight liberalism, etatisme, dan monopoli ekonomi
3)   Pembangunan ekonomi merupakan usaha bersama atas asas kekeluargaan
4)   Pemerataan pembangunan dan pemanfaatan hasilnya dengan memperhatikan keseimbangan dan keserasian pembangunan antar wilayah dan antar sektor.
5.      Pertahanan dan Keamanan
Faktor yang mempengaruhi ketahanan nasional dibidang pertahanan keamanan, yaitu
1)   Doktrin
2)   Wawasan nasional
3)   Sistem pertahanan keamanan
4)   Geografi
5)   Manusia
6)   Integrasi angkatan bersenjata
7)   Pendidikan kewiraan
8)   Materiil
9)   Ilmu pengetahuan dan teknologi
E.     Unsur Ketahanan Sosial
Unsur-unsur dalam ketahanan nasional model Indonesia ada 8 unsur yang dinamakan dengan Asta Gatra (Delapan Gatra), dimana terdiri dari Tri Gatra (Tiga Gatra) alamiah dan Panca Gatra (Lima Gatra) sosial.
Ø  3 Aspek kehidupan alamiah:
1.   Gatra letak dan kedudukan geografis
2.   Gatra keadaan dan kekayaan alam
3.   Gatra keadaan dan kemampuan penduduk
Ø  5 Aspek kehidupan sosial :
1.   Ideologi
2.   Politik
3.   Ekonomi
4.   Sosial budaya
5.   Pertahanan dan keamanan
F.      Asas Ketahanan Nasioanl
1.      Asas kesejahterahan dan keamanan
Kebutuhan dasar dan bersifat wajib dipenuhi oleh individu, kelompok, maupun masyarakat.
2.      Asas komprehensif integral / menyeluruh terpadu
Mencangkup seluruh aspek kehidupan.
3.      Asas mawas ke dalam dan keluar
Mawas ke dalam bertujuan untuk menumbuhkan sifat fan kondisi kehidupan nasional sesuai dengan nilai kemandirian. Sedangkan untuk mawas ke luar bertujuan untuk mengantisipasi, dan mengatasi dampak lingkungan strategis luar negeri.
4.      Asas kekeluargaan
Sikap yang diliputi keadilan kebersamaan, gotong royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
G.    Penyelengaraan Ketahanan Nasional
Kegiatan pembelaan negara adalah usaha warga negara dalam mewujudkan ketahanan nasional. Dalam bela negara dibagi menjadi 2, yaitu:
1.      Bela negara secara fisik
Dengan cara “memanggul senjata” menghadapi serangan atau ancaman dari luar.
2.      Bela Negara secara non fisik
Mempertahankan NKRI dengan cara meningkatkan kesadaran akan berbangsa dan bernegara, menanamkan kecintaan terhadap tanah air, serta aktif untuk memajukan bangsa dan negara.


DAFTAR PUSTAKA
Hurri, I. dan A. Munajat. 2016. Pendidikan Kewarganegaraan Panduan untuk Mahasiswa, Pendidik, dan Masyarakat secara Umum. Bekasi : CV. Nurani
Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. 2016. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi. Cetakan 1. Jakarta : Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi
Widisuseno, I. 2013. Ketahanan Nasional dalam Pendekatan Multikulturalisme. Humanika. 18(2):1-8

Komentar